Kamis, 13 Agustus 2009

Perbedaan Beras Coklat (brown rice) HASTUGA dan Beras Putih

Perbedaan Beras Coklat (brown rice) HASTUGA dan Beras Putih


Sebenarnya antara beras coklat dan beras putih biasa tidak terlalu berbeda jauh. Perbedaan keduanya terletak pada pemrosesan dan kandungan nutrisinya. Jika lapisan terluar atau kulit ari/ sekam dari biji padi dikupas maka hasilnya adalah beras coklat. Namun jika lapisan dalam atau kulit padi juga dikupas, maka hasilnya adalah beras putih biasa.Beberapa jenis vitamin dan mineral akan hilang dalam proses penggilingan butir padi. Akibatnya, beberapa nutrisi yang hilang seperti vitamin B1, B3, dan besi seringkali ditambahkan kembali pada beras putih sehingga berlabel "diperkaya" (enriched). Sementara pada beras coklat, satu jenis mineral yang tidak perlu ditambahkan adalah magnesium.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Beras coklat (HASTUGA):


* Mengandung lebih banyak magnesium.

Satu mangkuk (195 gr) beras coklat masak mengandung 84 mg magnesium, sedangkan beras putih dalam jumlah yang sama hanya mengandung 19 mg magnesium.


* Kaya akan fiber dan asam lemak.

Pada beras putih biasa, lapisan kulit padi bagian dalam ikut dikupas, maka kandungan minyak dalam lapisan tersebut yang kaya akan fiber dan selulosa juga akan hilang. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak pada lapisan kulit dalam padi tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Jadi nutrisi yang hilang termasuk fiber dan asam lemak. Sementara beras merah masih mengandung lapisan fiber dan selulosa tersebut.


* Mencegah sembelit.

Karena kandungan fibernya yang tinggi, selain bernutrisi tinggi, beras merah juga mampu mencegah sembelit sehingga memperlancar pencernaan. Namun efek tersebut tergantung dari kebiasaan pengkonsumsi dan dicuci atau tidaknya beras coklat tersebut sebelum dimasak.


* Sangat cocok untuk diet.

Kandungan fiber yang tinggi juga membuat Anda lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Salah satu contohnya, beras coklat digunakan dalam hidangan diet makrobiotik, dimana teorinya adalah masakan yang tidak banyak mengalami pemrosesan dianggap lebih sehat.


* Kaya akan asam amino dan GABA.

Salah satu cara memasak beras merah yang diketahui adalah dengan teknik Gamma-aminobutyric acid (GABA) atau germinated brown rice (GBR) yang mengemuka saat International Year of Rice. Caranya, beras coklat direndam dalam air hangat (38 derajat Celcius) selama 20 jam sebelum dimasak seperti nasi putih biasa. Proses ini akan merangsang pengecambahan sehingga mengaktifkan beragam enzim dalam beras coklat. Dengan cara memasak seperti ini, akan diperoleh kandungan asam amino yang lebih lengkap termasuk GABA. GABA juga sudah dikenal dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia. Karena itulah beras coklat sangat cocok bagi para binaragawan yang sangat membutuhkan protein asam amino untuk perkembangan ototnya dan sebagai pengganti beras putih biasa.


* Merupakan sumber mineral mangan.

100 gram beras coklat mengandung 1,1 mg mangaan atau mampu mencukupi 55% kebutuhan harian mineral mangaan.


Setelah mengetahui betapa kaya kandungan zat gizi pada brown rice serta manfaatnya, maka dianjurkan untuk mulai mengkonsumsi brown rice terutama bila anda termasuk kriteria berikut ini :

- Kelebihan berat badan (Indeks massa tubuh > 25)

- Penderita diabetes mellitus

- Penderita sindroma metabolik (obesitas, terutama obesitas sentral (perut buncit), kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi).

- Manula (risiko penyakit jantung koroner, penyakit2 keganasan, batu empedu)

- Banyak terpapar polutant (asap rokok, asap motor, dan sebagainya)

1 komentar:

  1. wah...terimakasih infonya, semoa bermanfaat. dari Bpk Mu. Sul'am,UD Blitar Putra Mas, 081937818085. http://grosirberasorganikindonesia.wordpress.com/

    BalasHapus