Minggu, 16 Agustus 2009

Hasil Penelitian Dari Jepang Tentang Brown Rice


Beras Kecambah (Germinated Brown Rice)
Tim peneliti Jepang menemukan bahwa beras pecah kulit yang dikecambahkan denga cara merendam beras pecah kulit selama beberapa jam sebelum dimasak, dapat meningkatkan kandungan gizinya.
Beras kecambah mengandung serat yang lebih tinggi dibanding beras pecah kulit biasa, selain itu kandungan asam amino essensial Lysine menjadi tiga kali lipat, dan untuk gamma-aminobutyric acid (GABA) naik menjadi sepuluh kali lipat, begitu pula asam amino lainnya yang berguna untuk memperbaiki fungsi ginjal.
Peneliti juga menemukan tunas yang baru seukuran satu milimeter itu mengandung enzim yang dikenal dengan nama protylendopetidase, yang merupakan penghambat penyakit Alzheimer.
Mereka juga mengemukakan dengan adanya aktivitas perkecambahan telah menghasilkan tambahan nutrisi yang sangat berguna.
"Munculnya tunas mengaktifkan enzim dorman yang terdapat dalam beras pecah kulit, semuanya serentak menyediakan nutrisi yang paling baik untuk membantu pertumbuhan tunas," kata Dr Hiroshi Kayahara, pimpinan proyek tim peneliti dan seorang ahli biokimia dari Shinshu University di Nagano, Japan.
Untuk membuat beras kecambah, dengan cara merendam pada suhu 32 derajat C selama 22 jam. Lapisan luar akan melunak dan menyerap air sehingga menjadikan nasi lebih mudah dimasak. Nasi dari beras kecambah lebih manis, karena beberapa enzim memecah gula dan protein yang terdapat di biji.
Nasi putih tidak dapat berkecambah dengan cara ini, jelas Kayahara.
Note :
Gasol Pertanian Organik menyediakan beras ini berdasarkan pesanan supaya beras kecambah masih dalam kondisi segar.

Untuk Customer yang akan membuat sendiri beras kecambah ini, kami menyediakan beras merah dan beras coklat untuk bahan beras kecambah. Berikut cara membuat beras kecambah :
* Rendam beras merah/coklat untuk kebutuhan 1 minggu konsumsi di panci dengan air pada suhu ruang selama 24 jam. Tidak perlu dicuci dahulu.
* Cuci beras setelah direndam dan tiriskan.
* Jemur beras di bawah terik matahari sampai beras agak lembab.
* Simpan di lemari es dalam wadah terbuka.
* Ambil secukupnya pada saat akan dimasak.




Anjuran Memakai Brown Rice

Tahukah anda bahwa proses penggilingan dan pemolesan padi sampai menjadi beras putih telah membuang 80% vitamin B1, 70% vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi (Fe), 100% serat dan asam lemak esensial. Maka tinggallah beras yang putih bersih tetapi hanya mengandung karbohidrat saja, padahal seharusnya beras merupakan bahan makanan yang kaya vitamin, mineral, serat dan asam lemak esensial. Beras pecah kulit (dalam bahasa Inggris disebut brown rice) hanya membuang lapisan terluar (gabah), sehingga kandungan zat gizi yang kaya pada kulit ari-nya masih utuh. Apa fungsi zat gizi yang hilang tersebut? Semangkuk brown rice mengandung 90% kebutuhan mangan (Mn) perhari. Mangan banyak berperan pada proses metabolisme tubuh, merupakan komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang melindungi mitokondria terhadap kerusakan oksidasi. Semangkuk brown rice mengandung 21% kebutuhan Magnesium (Mg) perhari. Mg berfungsi dalam proses metabolisme dan bersama Kalsium (Ca) menjaga kesehatan tulang. Semangkuk brown rice mengandung 14% kebutuhan serat perhari. Dalam penelitian terhadap 74.091 wanita selama 12 tahun terbukti bahwa mereka yang kurang mengkonsumsi serat dalam makanannya lebih mudah mengalami kegemukan. Serat juga melindungi terhadap konstipasi dan risiko kanker kolon. Brown rice mengandung Selenium (Se) merupakan mineral yang berfungsi penting dalam mencegah timbulnya keganasan, metabolisme tubuh, anti-oksidan, dan berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Selenium merupakan komponen enzim glutathione peroxidase yang berperan penting dalam proses detoksifikasi di hati. Serat juga memperlambat absorpsi karbohidrat ke dalam darah sehingga menstabilkan kadar gula darah. Diet kaya serat ternyata juga menurunkan risiko terjadinya batu empedu. Asam lemak esensial yang terkadung pada brown rice ternyata dapat menurunkan kolesterol LDL (bad cholesterol) sampai 7%. Ditambah kandungan serat, Mg dan vitamin2 B, maka brown rice juga melindungi terhadap penyakit kardiovaskuler. Brown rice juga kaya fitonutrien yang merupakan anti-oksidan misalnya quercetin, curcumin, ellagic acid, catechins, dan sebagainya. Lebih dari 80% fitonutrien terdapat pada kulit ari, maka proses penggilingan dan pemolesan telah membuang sebagian besar fitonutrien. Konsumsi bahan makanan kaya serat (biji2an, kacang2an, sayuran dan buah2an) terbukti menurunkan prevalensi sindroma metabolik yang ditandai perut buncit, kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi. Namun sayang kulit ari pada brown rice mudah teroksidasi sehingga membuatnya tidak tahan lama (menjadi tengik). Anjuran Untuk menjaga kesehatan perlu senantiasa menjalankan pola hidup sehat yaitu diet sehat seimbang, olah raga, cukup istirahat dan menghindari polusi. Setelah mengetahui betapa kaya kandungan zat gizi pada brown rice serta manfaatnya, maka saya menganjurkan untuk mulai mengkonsumsi brown rice terutama bila anda termasuk kriteria berikut ini : Kelebihan berat badan (Indeks massa tubuh > 25) Penderita diabetes mellitus Penderita sindroma metabolik (obesitas, terutama obesitas sentral (perut buncit), kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi). Manula (risiko penyakit jantung koroner, penyakit2 keganasan, batu empedu) Banyak terpapar polutant (asap rokok, asap motor, dan sebagainya) Ingatlah bahwa mencegah adalah lebih baik daripada mengobati.

Salam sehat, Dr. David Fadjar Putra, MS, SpGK

Spesialis Gizi Klinik

www.kliniknutrisi.com

Kamis, 13 Agustus 2009

Perbedaan Beras Coklat (brown rice) HASTUGA dan Beras Putih

Perbedaan Beras Coklat (brown rice) HASTUGA dan Beras Putih


Sebenarnya antara beras coklat dan beras putih biasa tidak terlalu berbeda jauh. Perbedaan keduanya terletak pada pemrosesan dan kandungan nutrisinya. Jika lapisan terluar atau kulit ari/ sekam dari biji padi dikupas maka hasilnya adalah beras coklat. Namun jika lapisan dalam atau kulit padi juga dikupas, maka hasilnya adalah beras putih biasa.Beberapa jenis vitamin dan mineral akan hilang dalam proses penggilingan butir padi. Akibatnya, beberapa nutrisi yang hilang seperti vitamin B1, B3, dan besi seringkali ditambahkan kembali pada beras putih sehingga berlabel "diperkaya" (enriched). Sementara pada beras coklat, satu jenis mineral yang tidak perlu ditambahkan adalah magnesium.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Beras coklat (HASTUGA):


* Mengandung lebih banyak magnesium.

Satu mangkuk (195 gr) beras coklat masak mengandung 84 mg magnesium, sedangkan beras putih dalam jumlah yang sama hanya mengandung 19 mg magnesium.


* Kaya akan fiber dan asam lemak.

Pada beras putih biasa, lapisan kulit padi bagian dalam ikut dikupas, maka kandungan minyak dalam lapisan tersebut yang kaya akan fiber dan selulosa juga akan hilang. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak pada lapisan kulit dalam padi tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Jadi nutrisi yang hilang termasuk fiber dan asam lemak. Sementara beras merah masih mengandung lapisan fiber dan selulosa tersebut.


* Mencegah sembelit.

Karena kandungan fibernya yang tinggi, selain bernutrisi tinggi, beras merah juga mampu mencegah sembelit sehingga memperlancar pencernaan. Namun efek tersebut tergantung dari kebiasaan pengkonsumsi dan dicuci atau tidaknya beras coklat tersebut sebelum dimasak.


* Sangat cocok untuk diet.

Kandungan fiber yang tinggi juga membuat Anda lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Salah satu contohnya, beras coklat digunakan dalam hidangan diet makrobiotik, dimana teorinya adalah masakan yang tidak banyak mengalami pemrosesan dianggap lebih sehat.


* Kaya akan asam amino dan GABA.

Salah satu cara memasak beras merah yang diketahui adalah dengan teknik Gamma-aminobutyric acid (GABA) atau germinated brown rice (GBR) yang mengemuka saat International Year of Rice. Caranya, beras coklat direndam dalam air hangat (38 derajat Celcius) selama 20 jam sebelum dimasak seperti nasi putih biasa. Proses ini akan merangsang pengecambahan sehingga mengaktifkan beragam enzim dalam beras coklat. Dengan cara memasak seperti ini, akan diperoleh kandungan asam amino yang lebih lengkap termasuk GABA. GABA juga sudah dikenal dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia. Karena itulah beras coklat sangat cocok bagi para binaragawan yang sangat membutuhkan protein asam amino untuk perkembangan ototnya dan sebagai pengganti beras putih biasa.


* Merupakan sumber mineral mangan.

100 gram beras coklat mengandung 1,1 mg mangaan atau mampu mencukupi 55% kebutuhan harian mineral mangaan.


Setelah mengetahui betapa kaya kandungan zat gizi pada brown rice serta manfaatnya, maka dianjurkan untuk mulai mengkonsumsi brown rice terutama bila anda termasuk kriteria berikut ini :

- Kelebihan berat badan (Indeks massa tubuh > 25)

- Penderita diabetes mellitus

- Penderita sindroma metabolik (obesitas, terutama obesitas sentral (perut buncit), kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi).

- Manula (risiko penyakit jantung koroner, penyakit2 keganasan, batu empedu)

- Banyak terpapar polutant (asap rokok, asap motor, dan sebagainya)

PENGALAMAN DOKTER YANG SUDAH MEMAKAI BROWN RICE

BROWN RICE
Brown Rice , Murah Tetapi Berkhasiat Oleh Letkol TNI (Purn) dr. Liem
SAYA menguraikan pengalaman menggunakan brown rice yang mengandung bekatul sebagai makanan tambahan dalam mengobati penyakit selama kurun waktu antara 5 – 10 tahun. Saya sekarang sudah berumur 78 tahun dan sudah berpraktik sebagai dokter militer dan dokter umum kurang lebih 40 tahun.
Sebelum mengulas tentang bekatul, sebagai pendahuluan saya ingin memperkenalkan tentang vitamin B15, yang sebagian besar dokter di Indonesia mungkin belum dikenal.
Vitamin B15, disebut juga Pangamic acid atau menurut struktur kimianya disebut Gluconodimethylamino-acetic-acid, ditemukan oleh seorang dokter ahli biokimia, Dr. Krebs Junior dari San Francisco AS, tahun 1952. Penemuan dokter tersebut ditentang oleh Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (Depkesnya AS).
Dr. Krebs dan teman-temannya kemudian mengembangkannya secara diam-diam di Uni Soviet, dalam kurun 10 tahun B15 sudah dipakai secara luas sebagai obat umum. Penyakit yang diobati dengan B15 diantaranya kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi(hipertensi), bengek (asma), kolestrol dan gangguan aliran pembuluh darah jantung (coronair insuffsiency), serta penyakit hati.
Menurut Udalov (seorang peneliti Rusia), vitamin B15 merupakan sumber gugusan methyl yang labil (mudah dilepas dari ikatan induknya), sangat diperlukan dalam proses metabolisme melalui proses methylation untuk pembentukan adrenalin (zat antiasma).
Methylation juga sangat esensial bagi pembentukan phosphocreatin, zat penting untuk metabolisme otot jantung dan tubuh.
Vitamin B15 juga dapat meningkatkan oksigen intake di dalam otak serta menambah sirkulasi darah perifier dan oksigenisasi jaringan otot jantung.
Kandungan brown rice yang mengandung bekatul
Di Indonesia, B15 tidak beredar. Jika ada juga mungkin sangat terbatas. B15 di Indonesia ditemukan dalam bentuk brown rice brand (dedak) alias beras yang mengandung bekatul.
Brown rice kaya kandungan protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, dan B15), serta serat pencernaan (dietary fibres). Konsentrasi B15 per 100 gram paling tinggi pada bekatul (200 mg), kemudian pada jagung 150 mg, havermut 100 mg, dan pada dedak gandum 30 mg.
Itulah kutipan tulisan yang secara jelas menguraikan komposisi zat yang dikandung oleh beras, dan kandungan nutrisi dari bekatul. Kedua tulisan tersebut memberikan informasi dan gambaran yang cukup memadai tentang betapa lengkapnya nutrisi yang dikandung oleh brown rice, dan betapa ironisnya bahwa pada proses penggilingan beras selanjutnya menjadi beras putih yang dikonsumsi oleh sebagian besar rakyat Indonesia, sebagian nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan tersebut ternyata terbuang begitu saja. Kandungan nutrisi yang ada pada beras putih yang kita gemari tersebut ternyata praktis tinggal karbohidrat semata. Nah lho….??!!
Sering terbaca dan terdengar bahwa dengan gizi yang tidak seimbang, antara lain jika terlalu banyak mengkonsumsi tepung-tepungan-salah satunya adalah beras-akan berpotensi mengundang penyakit diabetes melitus. Dan diberitakan pula bahwa penyakit yang satu ini sangat akrab menjangkiti rakyat Indonesia, mulai dari rakyat kecil sampai mereka yang lebih makmur tapi punya pola makan dan pola hidup yang salah.
Tapi….ya sekali lagi tapi….penelitian Krebs dan Udalof diatas menunjukkan bahwa vitamin B15 yang terdapat dalam bekatul ternyata dapat digunakan secara efektif untuk mengobati diabetes mellitus + sederetan penyakit-penyakit “kelas berat” diatas.
Mungkinkah mudahnya sebagian anggota masyarakat di Indonesia terkena diabetes mellitus terkait dengan “kebijaksanaan” untuk mengkonsumsi beras putih diatas, dan “memberikan” B15 yang justru dibutuhkannya kepada ternaknya ?
Maha Besar Allah, Maha Suci Allah yang telah mengkarunai umat manusia dengan tanaman bernama padi ini dengan kandungannya yang sangat lengkap tersebut. Hanya kebodohan yang sempurnalah yang menyebabkan sang manusia membuang dengan sengaja bagian penting dari karunia tersebut dan hanya mengambil bagian yang “mengenyangkan” saja…….
Atau…(maaf) adakah kemungkinan bahwa ada suatu “grand design” dibelakang penggiringan rakyat untuk lebih menyukai beras putih ini ?
Adakah pihak luar (ini tampaknya bukan idee bangsa kita sendiri yang masing-masingnya sudah mengkonsumsi berkarung-karung beras putih selama masa usianya) yang dalam jangka panjang ingin me“rekayasa” makanan harian rakyat Indonesia agar mereka menjadi bangsa yang selalu bermasalah dengan kesehatannya (termasuk pertumbuhan dan kesehatan otaknya) agar mereka menjadi pemalas, bodoh, antobodinya gampang terganggu, dan karenanya selalu bermasalah dengan kesehatannya. Dan kalau mereka sudah menjadi bodoh dan penyakitan, asset kekayaan alam mereka akan sangat mudah untuk diakali, disamping ketergantungan yang sangat pada obat-obatan produk industri farmasi yang minimal sebagian besar bahan bakunya diimport dari negara luar.
Ataukah saya yang sudah menjadi paranoid, berhalusinasi, dan berimaginasi secara berlebihan tentang hal-hal yang menakutkan ini ?
Tapi…tunggu dulu. Sewaktu sering mengunjungi huller di Cianjur dan Garut diatas, saya terkadang melihat huller tersebut memoles (polished) beras yang bagian luarnya sudah rusak karena proses penggudangan yang lama. Ternyata sesudah dipoles, beras tersebut dioplos (dicampur) dengan beras lain yang lebih baik untuk dilempar kembali ke pasaran. Kenapa harus dioplos ? Karena beras rusak yang dipoles tadi sudah menjadi sangat kurus dan terkesan panjang. Warnanya ? Putih berkilat dan meyakinkan !
Jadi mungkin dapat disimpulkan bahwa andai rakyat berorientasi pada konsumsi brown rice, ”kelakuan” seperti ini tidak mungkin dapat dilakukan, karena bakalan tidak laku.
Sejumlah anggota masyarakat sudah mencoba mengoreksi kesalahan mereka ini dengan mengubah beras yang mereka konsumsi. Tapi yang terjadi lagi-lagi keanehan atau anomali. Bagi yang mencoba mengganti beras putih dengan beras merah atau brown rice, ternyata harganya di supermarket lebih mahal dari pada beras putih.
Sebagian lagi mengatasinya dengan mengkonsumsi bekatul sebagai food supplement seperti saya sendiri sebagaimana saya ceritakan pada awal tulisan ini. Berapa harga bekatul yang sudah diolah ini ? Sekitar Rp 12.500-Rp 15.000 sebungkus seberat 200 gram, atau sekitar Rp 50.000-Rp 75.000/kg………(!)
Jelas bahwa dari segi harga ini juga menjadi pilihan yang bodoh.
Mungkin kebodohan ”melekat” akibat dari pilihan beras yang salah diatas……..
Alangkah pintar dan bijaksananya leluhur kita dulu, dan alangkah beruntungnya mereka karena huller import dari Jepang dan China belum dikenal di Indonesia pada masa itu……
Apa sikap yang harus diambil jadinya ?
Bagi yang belum yakin dengan informasi diatas silahkan menggalinya lebih lanjut untuk mencapai taraf haqul yakin. Dan kalau sudah yakin, satu-satunya pilihan yang tepat adalah banting stir dan mulai mengkonsumsi beras merah (brown rice).


Manfaat Brown Rice atau Beras Pecah Kulit



Proses penggilingan dan pemolesan padi (sosoh/selip) berbagai varietas sampai menjadi beras berwarna putih ternyata telah menghilangkan sekitar 80% vitamin B1, 70% vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi (Fe), 100% serat, dan asam lemak esensial. Pada akhirnya yang tersisa hanyalah beras berwarna putih bersih dan hanya mengandung karbohidrat saja, padahal seharusnya beras merupakan bahan makanan yang kaya vitamin, mineral, serat, dan asam lemak esensial.Beras pecah kulit (dalam bahasa Inggris disebut brown rice) hanya membuang lapisan terluar (gabah), sehingga kandungan zat gizi yang kaya pada kulit ari-nya (kulit terluar beras) masih utuh.


Satu takaran brown rice mengandung 90% kebutuhan mangan (Mn) perhari. Mangan berperan pada proses metabolisme tubuh, merupakan komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang melindungi mitokondria terhadap kerusakan oksidasi. Brown rice juga mengandung 21% kebutuhan Magnesium (Mg) perhari. Mg berfungsi dalam proses metabolisme dan bersama Kalsium (Ca) menjaga kesehatan tulang.


Satu takaran brown rice mengandung 14% kebutuhan serat perhari. Dalam penelitian terhadap 74.091 wanita selama 12 tahun terbukti bahwa mereka yang kurang mengkonsumsi serat dalam makanannya lebih mudah mengalami kegemukan. Serat juga melindungi terhadap konstipasi dan risiko kanker kolon. Serat juga memperlambat absorpsi karbohidrat ke dalam darah sehingga menstabilkan kadar gula darah. Diet kaya serat ternyata juga menurunkan risiko terjadinya batu empedu.


Brown rice mengandung Selenium (Se) merupakan mineral yang berfungsi penting dalam mencegah timbulnya keganasan, metabolisme tubuh, anti-oksidan, dan berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Selenium merupakan komponen enzim glutathione peroxidase yang berperan penting dalam proses detoksifikasi di hati.


Asam lemak esensial yang terkadung pada brown rice dapat menurunkan kolesterol LDL (bad cholesterol) sampai 7%. Ditambah kandungan serat, Mg dan vitamin B, maka brown rice juga melindungi terhadap penyakit kardiovaskuler.


Brown rice juga kaya fitonutrien yang merupakan anti-oksidan misalnya quercetin, curcumin, ellagic acid, catechins, dan sebagainya. Lebih dari 80% fitonutrien terdapat pada kulit ari, maka proses penggilingan dan pemolesan telah membuang sebagian besar fitonutrien.


Konsumsi bahan makanan kaya serat (biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan) terbukti menurunkan prevalensi sindroma metabolik yang ditandai perut buncit, kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi. Akan tetapi kulit ari pada brown rice mudah teroksidasi sehingga membuatnya tidak tahan lama (menjadi tengik).


Untuk menjaga kesehatan perlu senantiasa menjalankan pola hidup sehat yaitu diet sehat seimbang, olah raga, cukup istirahat dan menghindari polusi. Setelah mengetahui betapa kaya kandungan zat gizi pada brown rice serta manfaatnya, maka dianjurkan untuk mulai mengkonsumsi brown rice terutama bila anda termasuk kriteria berikut ini:
1. Kelebihan berat badan (Indeks massa tubuh > 25)
2. Penderita diabetes mellitus
3. Penderita sindroma metabolik (obesitas, terutama obesitas sentral (perut buncit), kadar kolesterol HDL rendah, hipertrigliseridemia dan hipertensi).
4. Manula (risiko penyakit jantung koroner, penyakit2 keganasan, batu empedu)
5. Banyak terpapar polutant (asap rokok, asap motor, dan sebagainya )

BROWN RICE HASTUGA/ BERAS COKLAT/ BERAS PECAH KULIT


BROWN RICE/ BERAS COKLAT/BERAS PECAH KULIT


Hari gini makan beras putih!!! ...hanya mengandung karbohidrat!!!... ya...kurang gizi lah.


Beralihlah ke Beras HASTUGA


( Brown Rice / Beras Pecah Kulit ) Penuh Gizi dan Berserat Tinggi
Baik sekali Untuk Kesehatan


Kandungan Nutrisi Brown Rice (HASTUGA):


Beras HASTUGA mengandung beberapa jenis vitamin dan mineral dan beberapa nutrisi seperti vitamin B1,vitamin B3,vitamin B6, Vitamin B15, mangan (Mn), fosfor (P), zat besi (Fe), serat, dan asam lemak esensial.


Diproduksi Oleh: Citra Indonesia Multiniaga
Surabaya, JATIM


Anda berminat !


Info Hubungi Pak syai’an : ( 031-81024257 )
081231690904